Bocoran wikileaks tentang indonesia belum dibuka

Timur Tengah menjadi sorotan setelah WikiLeaks merilis sejum­lah informasi rahasia diplomatik AS. Bo­coran dokumen Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Indonesia, belum dibuka WikiLeaks.

Dokumen-dokumen yang diri­lis WikiLeaks menunjukkan, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed pada 2005 me­nun­jukkan dukungannya terhadap aksi militer melawan Iran.

“Saya yakin orang ini akan mem­bawa kita ke perang,” kata Mohammed bin Zayed pada 2006, merujuk kepada Presiden Iran Mahmoud Ahma­dinejad.

“Al Qaeda tidak akan memiliki bom nuklir, sementara Iran hanya menunggu waktu,” kata Zayed lagi pada 2009.

Analis po­litik independen di Kairo, Mesir, Issandr el Amrani yakin, info WikiLeaks tidak akan berdampak banyak. “Persepsi ke­amanan peme­rintah negara-ne­gara Arab dan persepsi an­caman dari Iran tidak akan ber­ubah kare­na pembocoran ini. Pen­de­katannya sama, hanya per­ma­inan diploma­si yang berubah,” ka­ta Amrani.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi Osama al Naq­li, Selasa (30/11), menya­ta­kan, memo-memo yang dirilis WikiLeaks tidak berhubungan de­ngan negaranya.

“Saudi Arabia tidak memiliki hubungan dengan dokumen-do­kumen ini atau berperan dalam pembentukannya serta tidak mengetahui keotentikan doku­men tersebut. Sehingga, tidak bisa berkomentar terhadapnya,” tukas Naqli.

Presiden Iran Mahmoud Ah­madinejad, Senin (29/11), me­ngatakan, hubungan negaranya de­ngan negara-negara tetangga ti­dak akan rusak oleh laporan yang didasarkan pada informasi dari situs spesialis pembongkar dokumen rahasia, WikiLeaks.

“Negara-negara di kawasan semuanya bersahabat satu sama lain. Kejahilan seperti itu tidak ber­dampak pada hubungan antar negara. Beberapa bagian peme­rintah Amerika membuat do­ku­men ini. Kami tidak berpikir in­formasi ini dibocorkan. Kami pi­kir ini diatur untuk dirilis secara regular dan mereka mengejar tujuan politik,” kata Ahmadinejad.

Pernyataan Ahmadinejad di­per­kuat Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki, Kamis (2/12). “Terlepas dari keabsahan do­kumen-dokumen ini, kami yakin ada publikasi dokumen semacam itu dalam beberapa bulan terakhir tentang Afghanis­tan, Irak dan berbagai tempat di dunia. Ini perlu penyelidikan,” jelas Motta­ki, seperti dikutip kantor berita Iran IRNA.

“Dokumen-dokumen ini yang memiliki maksud terhadap hu­bungan antar negara tertentu. Dan mengenai hubungan kami de­ngan negara tetangga dan ne­gara di ka­wasan, serta maksud setan di do­kumen ini harus diselidiki,” tam­bah Mottaki.

Duta Besar Iran untuk In­do­nesia Mahmoud Farazandeh me­nolak berkomentar lebih jauh ten­tang ini. “Statement kami sama dengan apa yang dise­butkan Pre­siden kami. Maka, kami tidak me­miliki statement lain terkait hal tersebut,” kata Farazandeh melalui Media Relation Ali Pah­levani yang dihubungi Rakyat Merdeka, Rabu (1/12).

Kedutaan Besar AS di Jakarta tidak luput dari pembocoran WikiLeaks. Sekitar 3.000 kawat rahasia dari jumlah total do­ku­men, merupakan komunikasi dari Kedutaan Besar AS di Indonesia.

Namun, Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel me­nolak berkomentar lebih jauh ten­tang pembocoran WikiLeaks. “Ka­mi tidak mengkonfirmasi keo­ten­tikan satu pun dari laporan ini,” ucap Marciel, Rabu (1/12).

Menurut media Inggris The Guardian yang mendapat file lebih dulu dari WikiLeaks, 3.059 kabel berasal dari Kedutaan AS, di Ja­karta. Dari jumlah tersebut ha­nya 14 yang dikirim pada 1990-an, 20 dari 2000 hingga 2005, dan seba­gaian besar ber­ta­hun 2006 hingga Februari tahun ini. Do­kumen ter­baru bertanggal 27 Februari 2010 dan terlama 19 November 1990.

Menurut Marciel, untuk ber­tukar informasi ra­hasia ke dan dengan seluruh per­wakilannya di dunia, AS meng­gunakan Jaringan Penerus Pro­tokol Internet Ra­hasia (Secret Internet Protocol Router Net­work/SIPRNet). Se­tiap kabel ber­isi keterangan tang­gal penulis, ala­mat, level kera­hasiaan, dan teks laporan.

Sebagian besar kawat ditulis duta besar, konsul, atau staf mereka. Laporan berisi situasi po­litik di negara terkait, protokol wawancara, latar belakang in­formasi tentang keputusan per­sonel dan event. Dalam banyak kasus, berisi juga profil politik dan personal tokoh dan pemim­pin tertentu.

SIPRNet digunakan untuk trans­misi dokumen yang dikate­gorikan dalam level confidential atau secret yang sama-sama ber­arti rahasia. Klasifikasi ter­tinggi kedua ini diberikan kepada in­fosrmasi yang jika dipublikasi dapat mengakibatkan bahaya serius terhadap keamanan na­sional.

Kabel yang dikategorkan top secret tidak termasuk dalam pembocoran WikiLeaks kali ini. Akses terpisah diperlukan untuk mengakses dokumen top secret tersebut.

sumber: http://www.google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: