simple present tense

Mei 4, 2012

Nama : Aldila Sariastuti
Kelas /npm : 4EA02 / 10208084

SIMPLE PRESENT TENSE
Pengertian :
The simple present tense represents an action as taking place or a state as existing in present time.
Bentuk sederhana waktu sekarang menunjukkan kejadian suatu perbuatan atau keadaan yang ada dalam waktu sekarang.
Misalnya : I see the book
He is here
Today is Tuesday
Dari bentuk kata kerja seperti “see”, “is” kita dapat mengetahui bahwa perbuatan dari keadaan yang diterangkan itu terjadi pada waktu sekarang.
Maka bila kita hendak menerangkan suatu perbuatan atau keadaan yang terjadi pada waktu sekarang, kita menggunakan the simple present tense.

Bentuk kata kerja dalam simple present tense :
Verb to be

Affirmative Negative Interrogative
I am …You are …

He

She        is …

It

We are …

You are …

They are …

I am not …You are not …

He

She         is not …

It

We are not …

You are not …

They are not …

Am I … ?are you …?

he

Is       she … ?

It

Are we … ?

Are you … ?

Are they … ?

Perhatian :
1. Untuk “I” (saya, orang ke 1, tunggal ) digunakan bentuk “am”.
2. Untuk “He”, “She”, “It” (dia, orang ke III, tunggal) digunakan bentuk “is”
3. Untuk “You” (kamu, tunggal atau jamak, orang ke II) digunakan bentuk “are”
4. Untuk “we” (kita, kami, orang ke I, jamak) digunakan bentuk “are”
5. Untuk “they” (mereka, orang ke III, jamak) digunakan bentuk “are”

Verb to have

Affirmative Negative Interrogative
I have …You have …

He

She        has …

It

We have …

You have …

They have …

I have not …You have not …

He

She       has not …

It

We have not …

You have not …

They have not …

Have I … ?Have you … ?

He

Has      She … ?

It

Have we … ?

Have you … ?

Have they … ?

Perhatian :
1. Untuk “I”, “you”, “we”, dan “they”digunakan “have”.
2. Untuk “he”, “she”, “it” digunakan “ has”.

Verb to do

Affirmative Negative Interrogative
I do …You do …

He

She        does …

It

We do …

You do…

They do …

I do not …You do not …

He

She     does not ..

It

We do not …

You do not …

They do not …

Do I do … ?Do you do … ?

He

Does     she     do …?

It

Do we do … ?

Do you do … ?

Do they do … ?

Perhatian :
1. Untuk “ I”, “you”, “we”, “they” digunakan “ do”.
2. Untuk “ she”, “he” dan “it” digunakan “does”.
3. Setelah ada “does” atau “do” dalam kalimat maka kata kerja kembali pada kata asal.
Misalnya : He does not go. (goes jadi go).
Does she work ? (works jadi work).

Infinitive verb to go

Affirmative Negative Interrogative
I go .You go.

He

She      goes

It

We go.

You go.

They go.

I do not go .You do not go.

He

She     does not go.

It

We do not go.

You do not go.

They do not go.

Do I go ?Do you go ?

He

Does      she      go ?

It

Do we go ?

Do you go ?

Do they go ?

Perhatian : karena adanya “does” maka kata kerja “goes” kembali ke kata kerja asal go.

Infinitive verb to work

Affirmative Negative Interrogative
I work.You work.

He

She     works.

It

We work.

You work.

They work.

I do not work.You do not work.

He

She     does not work.

It

We do not work.

You do not work.

They do not work.

Do I work ?Do you work ?

He

Does      she     work ?

It

Do we work ?

Do you work ?

Do they work ?

Perhatian :
1. Karena adanya “does” maka kata kerja “works” kembali ke kata kerja asalnya “work”.
2. Dalam bentuk “simple present tense”, kata kerja asal ditambahkan “s” dibelakang untuk orang ketiga, tunggal (third person singular).

C. PENGGUNAAN “SIMPLE PRESENT TENSE” :
1. Digunakan untuk menunjukkan suatu perbuatan / kelakuan yang dilakukan secara berulang – ulang.
a. He comes to my office every Monday.
b. We get up at six every morning.
c. He has two sisters
d. She is my English teacher.

2. Digunakan untuk menerangkan suatu kebenaran umum atau suatu kenyataan yang benar pada waktu pembicaraan.
a. The earth goes to round the sun.
b. Tigers roar; they do not bark.
c. The river tweed separates england and scotland.
d. The capital of Indonesia is Jakarta.

3. Digunakan untuk menerangkan suatu perbuatan atau keadaan yang sudah menjadi kebiasaan.
a. Men precede women when going downstairs.
b. He always sleeps with his window open.
c. Betty always has a glass of milk at 11 a.m.
d. Bird don’t build nest in the autumn.

4. Digunakan untuk menunjukkan sifat, watak atau kecakapan seseorang.
a. He works hard.
b. She does not speak english well.
c. She sings beatifully.
d. They write badly.

5. Digunakan untuk mengutip isi buku, surat kabar, pengumuman dan surat, kata kerja “say” sering digunakan untuk tujuan ini.
a. What does that notice say ?
It says, “No parting.”
b. What does the book say ?
It says, “cook very slowly”
c. I see you’ve got a letter from Ann. What does she say?
She says she’s coming to london next week.

6. Digunakan untuk komentar cerita sandiwara, atau laporan, komentar radio, tv terhadap suatu peristiwa olahraga, upacara,pesta, dsb.
a. When the curtain rises, juliet is sitting at her desk. The phone rings. She picks it up and listens quitly. Meanwhile the window opens and a masked man enters the room.

7. Digunakan untuk menerangkan suatu tindakan atau perbuatan yang sudah direncanakan dan akan segera dilakukan.
a. The train starts at ten o’clock in the morning.
b. When does he leave ?
He leaves by the 6.35 train this evening.

8. Digunakan untuk menggantikan “BENTUK WAKTU AKAN DATANG” dibelakang kata – kata “if”, “unless”, “in case” dsb. Dalam kalimat syarat.
a. If the weather is fine tomorrow, we shall have a picnic.
b. If you swallow prussic acid you die.
c. Unless he sends the money before Friday, I shall consult my lawyer.
d. In case I forget, please remind me of my promise.

9. Digunakan untuk menggantikan BENTUK WAKTU AKAN DATANG (the simple future tense) dibelakang kata – kata keterangan waktu dalam anak kalimat untuk menerangkan waktu.
a. Don’t write until I tell you.
(not : until I shall tell you)
b. Let’s wait until he comes.
(not : until he will come)
c. As soon as he arrives, you can leave.
(not : as soon as he will arrive)

Pengarang : Wiliting
Penerbit : toko buku “harapan” jl. Hayam wuruk 148, pekalongan

Tugas Inggris Bisnis

Maret 16, 2012

Tugas inggris bisnis

Nama               : Aldila Sariastuti

Kelas/NPM     : 4EA02 / 10208084

 

14. She only needs……. sugar

a) a few

b) few

c) a little

d) many

jawab : d. Many

alasannya : karena sugar (gula) tidak dapat dihitung banyaknya.

15. What does your mother …….?

a) do

b) does

c) doing

d) done

jawab : a. Do

alasannya : karerna bentuk kalimatnya simple present tense

 

oligopoli dan monopoli

Januari 10, 2012

Oligopoli adalah suatu bentuk pasar dimana terdapat dominasi sejumlah pemasok dan penjual. Pada kenyataannya, Sistem oligopoli yang ada, memiliki konsentrasi pasar yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa persentase yang besar dari pasar Oligopoli ditempati oleh perusahaan-perusahaan komersial negara terkemuka. Perusahaan-perusahaan ini membutuhkan perencanaan strategis untuk mempertimbangkan reaksi dari pesaing lain yang ada di pasar. Oligopoli dalam praktek pasar bebas, sangat menguntungkan para pemilik modal yang banyak.
Kasus oligopoli
KPPU Periksa Kasus Kepemilikan Silang Telkom-Indosat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menunggu konfirmasi kelengkapan data dari Temasek Group hingga tanggal 15 Agustus, terkait dugaan adanya kepemilikan silang (cross ownership). Apabila melewati batas tanggal itu, Temasek tak memberikan konfirmasi data, maka KPPU menganggap Temasek menyetujui dugaan adanya kepemilikan silang.
“Setelah memberi batas waktu pada Temasek, KPPU kemungkinan akan keluarkan amar putusan pada bulan September,” ujar Ketua KPPU, Muhammad Iqbal, Selasa (7/8).
KPPU meminta keterangan kepada sembilan perusahaan dari Temasek Group sejak Mei 2007. Diantaranya, Singtel, Qatar Telecom, Asia Mobile, ICL dan lainnya. Perwakilan usaha ini telah membantah melakukan praktek kepemilikan langsung. Namun, kata Iqbal tanpa disertai bukti pendukung.
Bukti pendukung yang diperlukan KPPU seperti data tarif dan data percakapan. “Kami punya rumus dan perhitungan. Data pendukung itu penting untuk mengambil keputusan,” katanya.
Penyidikan dugaan terjadinya kepemilikan silang, berlandaskan pasal UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, pasal 27 A. Kepemilikan silang, kata Iqbal tak hanya dilihat dari presentase kepemilikan perusahaan, tapi dari kebijakan (conduct) perusahaan dalam menetapkan tarif.
Iqbal menjelaskan, Telkomsel dan PT Indosat Tbk, dua perusahaan yang dimiliki Temasek adalah pemilik 80 persen dari pangsa pasar telekomunikasi di Indonesia. “Dengan menguasai pasar, mereka cenderung menguasai tarif telpon,” ujar Iqbal.
Penguasaan tarif pada kelompok usaha tertentu, kata Iqbal akan merugikan konsumen. Dia membeberkan, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia menetapkan tarif interkoneksi CDMA sebesar Rp 38 per menit. Tiap perusahaan menerapkan tarif basis yang berbeda, seperti Esia sebesar Rp 49 per menit. Sehingga, Esia bisa menerapkan tarif Rp 87, namun kenyataannya tarif yang berlaku Rp 125 per menit.
Pembuktian pelanggaran persaingan usaha telekomunikasi diharapkan mengikuti jejak penyelesaian kasus oligopoli dunia penerbangan. Pasca pembuktian oligopoli Garuda Indonesia dan Merpati, tarif penerbangan lokal menjadi turun 50 persen.
Monopoli
Secara harfiah, “penjual tunggal.” Sebuah situasi di mana satu perusahaan atau individu memproduksi dan menjual seluruh output dari beberapa barang atau jasa yang tersedia dalam pasar tertentu. Jika tidak ada pengganti dekat untuk barang atau jasa yang bersangkutan, monopoli akan dapat menetapkan kedua tingkat output dan harga pada tingkat tertentu untuk memaksimalkan keuntungan tanpa khawatir tentang menjadi melemahkan oleh pesaing (setidaknya dalam jangka pendek berjalan). Jika permintaan untuk barang atau jasa yang dijual oleh perusahaan monopoli sangat inelastis, harga dan tingkat keuntungan dalam industri akan cenderung lebih tinggi (dan output yang lebih rendah) daripada kondisi yang kompetitif dan harga mungkin sebenarnya terasa lebih tinggi dari marjinal biaya produksi untuk periode yang cukup besar waktu.

Contoh kasus monopoli

Microsoft disinyalir telah memonopoli pasar perangkat komputer jinjing di Indonesia, baik laptop maupun netbook, dengan sistim operasi berbasis proprietary (software kode tertutup).
Penggiat teknologi komunikasi informasi, Onno Widodo Purbo, menilai apa yang dilakukan raksasa software dunia itu adalah pelanggaran terhadap UU No.5/1999 tentang praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
Dugaan monopoli ini berawal ketika Onno, demikian ia biasa dipanggil, merasa tidak ada toleransi bagi calon pembeli laptop maupun netbook yang ingin menggunakan sistim operasi berbasis open source (software kode terbuka).
Mengingat perangkat komputer jinjing itu telah dibundel secara pre-install dengan sistim operasi Microsoft Windows, ia pun mengeluhkan, harga yang musti dibayar calon pembeli otomatis akan membumbung ratusan dollar AS dari harga dasar perangkat.
“Artinya, pembeli dipaksa untuk membayar Microsoft bersama laptop atau netbook tersebut, tidak peduli walaupun tidak digunakan,” ketusnya dalam pernyataan yang juga disampaikan pada Kematian.Biz, Senin (2/3/2009).
Mantan dosen teknik ITB ini mengandaikan, jika laptop maupun netbook tersebut laku terjual ribuan unit per bulannya, maka Indonesia dinilai telah menghamburkan uang miliaran rupiah per bulan untuk Microsoft yang notabene perusahaan asing.
“Belum tentu software Microsoft diperlukan semua pengguna. Dan saya rasa ini bertentangan dengan program yang jelas-jelas dicanangkan pemerintah, yakni, Indonesia Go Open Source atau IGOS,” kata Onno.
Onno berharap, indikasi monopoli ini dapat menggugah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Departemen Perdagangan, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek).
“Semoga teman-teman di sana tergugah untuk melihat kasus ini lebih jauh,” demikian tandasnya. Surat pengaduan dugaan monopoli ini juga diteruskan Onno kepada instansi pemerintah terkait, yang telah disebutkan di atas.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2099374-pengertian-oligopoli/

http://echyaya.blogspot.com/2010/06/kasus-monopoli.html

http://www.tempo.co/read/news/2007/08/08/056105106/KPPU-Periksa-Kasus-Kepemilikan-Silang-Telkom-Indosat

http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2090914-pengertian-monopoli/

Pengertian Korupsi, Etika bisnis dan Hubungan Etika Bisnis Dengan Korupsi

November 28, 2011

Korupsi berasal dari bahasa latin, Corruptio-Corrumpere yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik atau menyogok. Korupsi menurut Huntington (1968) adalah perilaku pejabat publik yang menyimpang dari norma-norma yang diterima oleh masyarakat, dan perilaku menyimpang ini ditujukan dalam rangka memenuhi kepentingan pribadi.
Menurut Dr. Kartini Kartono, korupsi adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum.
Selanjutnya, dengan merujuk definisi Huntington diatas, Heddy Shri Ahimsha-Putra (2002) menyatakan bahwa persoalan korupsi adalah persoalan politik pemaknaan.
Maka dapat disimpulkan korupsi merupakan perbuatan curang yang merugikan Negara dan masyarakat luas dengan berbagai macam modus.

Etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan  individu,  perusahaan, industri dan juga masyarakat.

Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan  bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

hubungan antara etika bisnis dengan korupsi yaitu praktek korupsi yang banyak terjadi  merupakan salah satu dari pelanggaran etika bisnis.Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa praktek korpusi adalah tindakan tidak bermoral dan beretika, maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur, pelanggan, kreditur, pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat, maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral.

Contoh Kasus : KPK Geledah Kantor Jaksa Sistoyo di Kejari Cibinong

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki kasus dugaan suap Jaksa Sistoyo. Penyidik KPK melakukan pengeledahan kantor Sistoyo di Kejaksaan Negeri Cibinong dan sebuah rumah di Puncak, Jawa Barat, untuk melengkapi barang bukti.

“KPK melakukan pengeledahan di dua tempat yaitu di kantor Kajari Cibinong dan di Puncak,” ujar Jubir KPK, Johan Budi SP, di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (28/11/2011).

Johan mengatakan, rumah yang digeledah di puncak adalah milik terdakwa yang kasusnya ditangani Sistoyo. “Itu yang di Puncak diduga rumahnya E (Edward),” sambungnya.

KPK menangkap Jaksa Sistoyo karena kedapatan menerima uang senilai Rp 99,9 juta di mobilnya pada Senin (21/11) petang di Cibinong, Bogor. Uang itu didapat dari seorang bernama Anton Bambang yang merupakan orang suruhan Edward.

Sistoyo ditahan KPK di Rutan Polda Metro Jaya. Sedangkan Edward dan Anton Bambang yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Cipinang.

Edward adalah terdakwa kasus pemalsuan surat terkait pembangunan Pasar Festival di Cisarua, Bogor. Oleh Kajari Cibinong, Jaksa Sistoyo ditunjuk sebagai Jaksa Pertama dalam penanganan kasus ini. Sistoyo dibantu Jaksa Kedua, Eviyati. Operasi tangkap tangan terjadi sehari sebelum dibacakannya surat penuntutan di persidangan. Sebelumnya, rencana sidang penuntutan ditunda hingga 5 kali

 

Sumber :

http://soloraya.net/blog/2010/01/11/korupsi-dan-pengertiannya/

http://rosicute.wordpress.com/2010/11/23/pengertian-etika-bisnis/

http://www.detiknews.com/read/2011/11/28/155544/1777378/10/kpk-geledah-kantor-jaksa-sistoyo-di-kejari-cibinong

http://gwadamakbar.wordpress.com/2011/11/23/pengertian-korupsi-etika-bisnis-dan-hubungan-etika-bisnis-dengan-korupsi/

 

Analisis Kasus Etika Bisnis Terhadap Kecurangan Perusahaan

November 18, 2011

Analisis Kasus Etika Bisnis Terhadap Kecurangan Perusahaan

 

Tiga Perusahaan Diduga Buang Limbah ke Kali Surabaya

SURABAYA, MINGGU - Inspeksi mendadak patroli air di kawasan industri sepanjang Kali Surabaya dan Kali Tengah Jumat (9/1) lalu sempat dihalang-halangi pihak keamanan setempat. Namun demikian, tim patroli air berhasil melakukan pemberkasan di tiga industri yang terindikasi melakukan pembuangan limbah.

Dalam patroli air keempat yang berlangsung pukul 14.00 hingga pukul 23.30 ini, tim menemukan tiga industri yang diduga menyalurkan limbah industri berbahaya ke Kali Surabaya dan Kali Tengah. Tiga perusahaan tersebut adalah, industri kertas PT Surya Agung Kertas, industri baja PT Sepindo, dan industri kerupuk PT Titian Alam Semesta.

Saat di lapangan, tim menemukan indikasi pembuangan limbah berbahaya di saluran pembuangan yang mengalirkan air berwarna putih. “Air yang mengalir di saluran pembuangan limbah PT Surya Agung Kertas dan PT Sepindo berwarna putih pekat. Cairan tersebut menyebabkan gatal-gatal di tangan,” kata anggota tim patroli sekaligus Koordinator Konsorso ium Lingkungan Hidup Imam Rohani, Minggu (11/1) di Surabaya.

Melihat fenomena tersebut, tim kemudian masuk ke dalam pabrik untuk mengambil sampel limbah di instalasi pengolahan limbah (ipal) dan melakukan pemberkasan di tempat. Namun, satuan pengamanan (satpam) di PT Surya Agung Kertas dan PT Sepindo menghalang-halangi petugas.

“Tanggapan dari petugas keamanan kurang bersahabat, padahal kami sudah menunjukkan surat tugas resmi yang ditanda tangani pihak Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Surabaya . Mereka meminta tim untuk menunggu izin resmi dari pihak perusahaan,” tuturnya.

Namun demikian, tim patroli tetap bersikeras untuk mengambil sampel limbah secara langsung. Setelah terjadi perdebatan, tim akhirnya dapat mengambil sampel limbah dan melakukan pemberkasan.

Sementara itu, pengambilan sampel dan pemberkasan di PT Titian Alam Semesta berlangsung lancar. Saat tim datang, industri tersebut ditemui sedang menguras ipal mereka. Karena saluran limbah ke kolam penampungan ditutup, maka sebagian cairan limbah meluap dan mengalir ke Kali Tengah.

Wakil Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air IV Perum Jasa Tirta I Achmad Syam menambahkan, dalam patroli air petugas memakai dua moda transportasi yaitu perahu dan mobil. Mobil berpatroli di kawasan industri Kali Tengah, sedangkan perahu menyusur kawasan industri Kali Surabaya.

Analisis :

kasus diatas adalah tindakan kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan, membuang limbah pabrik yang dibuang ke kali jika dilihat dari etika bisnis merupakan hal yang salah dan merugikan banyak pihak.

Secara langsung pihak masyarakat sekitar di  Kali Surabaya dan Kali Tengah  merasa terganggu dan dirugikan dengan pengelolaan limbah yang dilakukan manajemen pabrik. Limbah berbahaya ini mengalirkan air berwarna putih, cairannya dapat menyebabkan gatal –gatal di tangan.

Sebaiknya, perusahaan membuatkan kolam penampungan untuk saluran limbah tersebut dan  sejenisnya untuk meminimalisir dampak limbah yang dapat menggangu masyarakat sekitar. Atau pihak manajemen perusahaan sebaiknya membuang limbah di kawasan yang tidak ada penduduk sehingga limbah tersebut tidak menggangu masyarakat sekitar.

Sumber :

http://nasional.kompas.com/read/2009/01/11/17554840/function.simplexml-load-file

Pengertian, Contoh & Analisis Kasus ” Adil dan Keadilan “

November 9, 2011

Pengertian Adil
Adil adalah dimana semua orang mendapat hak menurut kewajibannya.
Sebagian besar orang mendefenisikan kata ADIL adalah suatu sikap yang tidak memihak atau sama rata, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang, tidak ada pilih kasih dan masih banyak lagi persepsi yang lainnya.

Pengertian Keadilan
Keadilan merupakan suatu hasil pengambilan keputusan yang mengandung kebenaran, tidak memihak, dapat dipertanggungjawabkan dan memperlakukan setiap orang pada kedudukan yang sama di depan hukum. Perwujudan keadilan dapat dilaksanakan dalam ruang lingkup kehidupan masyarakat, bernegara dan kehidupan masyarakat intenasional.

Keadilan dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang tidak berdasarkan kesewenang-wenangan. Keadilan juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang didasarkan norma-norma, baik norma agama maupun hukum. Keadilan ditunjukkan melalui sikap dan perbuatan yang tidak berat sebelah dan memberi sesuatu kepada orang lain yang menjadi haknya.
contoh : mengenai kasus hukum ketidakadilan di Indonesia, seperti kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia ) mengapa obligor SYN dalam kasus BDNI masih diberi kebebasan untuk ”buron” ke luar negeri dengan alasan kesehatan dan mendapat izin Jaksa Agung, sedangkan tersangka/terdakwa lain tidak diberi perlakuan sama dan tetap dikenakan penahanan serta dituntut secara pidana
analisis : Kasus BLBI, terutama pasca-Inpres No 8/2002, merupakan tindak pidana korupsi karena unsur melawan hukum, memperkaya diri atau orang lain atau korporasi, dan kerugian negara telah dipenuhi. Penyelesaian di luar pengadilan juga tidak membuahkan hasil signifikan bagi kepentingan negara. Selain itu, tidak ada iktikad baik dari penerima BLBI, antara lain nilai jaminan jauh lebih rendah dari nilai kewajiban yang seharusnya diselesaikan kepada negara dan tidak kooperatif terhadap pemanggilan Kejagung.
KPK dapat mengambil alih dalam rangka supervisi ( Pasal 9 juncto Pasal 8 ) dan merujuk Pasal 68 UU No 30/2002 tentang KPK. Tidak ada alasan bahwa KPK tidak dapat mengambil alih kasus BLBI karena hukum acara pidana Indonesia (Pasal 284 Ayat 1 KUHAP) tegas tidak mengakui asas nonretroaktif sepanjang terkait dengan kewenangan menyidik dan menuntut perkara sebelum KUHAP terbentuk. Asas itu diakui dalam proses kriminalisasi suatu perbuatan menjadi tindak pidana vide Pasal 1 Ayat (1) KUHP.

Sumber :

http://kouzinet.blogspot.com/2010/03/pengertian-adil.html

http://nasional.kompas.com/read/2008/06/23/00013760/ketidakadilan.hukum.kasus.blbi

http://id.shvoong.com/social-sciences/2193610-makna-keadilan/#ixzz1dAE7P7Tr

Konflik Buruh Dengan PT Adistama Gemilang Menuntut Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR)

November 1, 2011

Contoh kasus suatu konflik yang terjadi disini suatu perusahaan,dimana seorang pemimpin yang tidak bertanggung jawab dan tidak adil dalam memimpin suatu perusahan.Mereka senantiasa mempermainkan rakyat kecil dan bertindak sangat tidak bijaksana sebagai seorang yang memiliki kekuasaan,mereka dengan mudah dapat mengeluarkan seorang karyawan yang dianggap terlalu vocal dan mengancam para karyawannya dengan tidak memberikan THR. Ini jelas sangat berpengaruh dalam terjadinya sebuah konflik ini adalah penyebab utama terjadinya konflik dalam kasus ini

Menurut saya solusinya adalah dengan cara mediator atau jika dengan cara mediator tidak berhasil juga perlu adanya proses hukum karena disini telah melanggar hak seseorang dan telah melanggar hukum yang berlaku tentang pemberian THR kepada tenaga kerja. Saya rasa ini adalah solusi yang mungkin bisa menyelesaikan konflik dalam perusahaan ini,ada baiknya berikanlah apa yang menjadi haknya setelah mereka mengerjakan kewajibanya.

Sumber :

www.google.com

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/08/24/253717/289/101/Tuntut-THR-Pekerja-PT-Adistama-Gemilang-Mogok-

Corporate Social Responsibilies (CSR)

Oktober 16, 2011

CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.

Manfaat bagi masyarakat, antara lain: aktivitas dan peluang ekonomi, employment, akses terhadap skill dan teknologi, infrastruktur yang meningkat, perlindungan terhadap lingkungan, kesehatan serta investasi social.

Keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan jika melakukan program Corporate Social Responsibility, yaitu:
Mempertahankan dan mendongkrak reputasi dan image perusahaan Perbuatan destruktif pasti akan menurunkan reputasi perusahaan, sebaliknya kontribusi positif pasti akan mendongkrak image dan reputasi positif perusahaan. Image / citra yang positif ini penting untuk menunjang keberhasilan perusahaan.

Contoh : sebagai bentuk refleksi komitmen dan tanggungjawab Indosat sebagai perusahaan di Indonesia yang peduli atas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, serta upayanya untuk senantiasa berkarya, memberikan manfaat, serta mengajak peran serta seluruh stakeholder untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik, yang merupakan terjemahan dari keinginan masyarakat pada umumnya untuk terlibat secara aktif dalam berbagai program sosial Indosat. perusahaan yang menerapkan Corporate Social Responsibility adalah PT Indosat.

Sumber:
http://boyul.blogspot.com /2010/11/csr-dan-penerapannya-pada ptindosat.html
http://www.google.com

Pengertian & Contoh dari Etika Teleologi, Deontologi, Teori Hak, Teori Keutamaan

Oktober 10, 2011

a. Etika Teleologi
dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi :
– Egoisme Etis
– Utilitarianisme
Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Contoh : kewajiban untuk menepati janji

b. Deontologi
Dalam pemahaman teori Deontologi memang terkesan berbeda dengan Utilitarisme. Jika dalam Utilitarisme menggantungkan moralitas perbuatan pada konsekuensi, maka dalam Deontologi benar-benar melepaskan sama sekali moralitas dari konsekuensi perbuatan. ”Deontologi” ( Deontology ) berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon yang artinya adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. Di sini kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik, karena dalam Teori Deontologi kewajiban itu tidak bisa ditawar lagi karena ini merupakan suatu keharusan.
Contoh : kita tidak boleh mencuri, berbohong kepada orang lain melalui ucapan dan perbuatan.

c. Teori Hak
Teori hak adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan dan perilaku.
Contoh : Hak seseorang untuk menganut agama yang mereka pilih.

d. Teori Keutamaan
adalah disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh :
• Kebijaksanaan, misalnya, merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi.
• Keadilan adalah keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya.
• Suka bekerja keras adalah keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecenderungan spontan untuk bermalas – malasan. Ada banyak keutamaan semacam ini. Seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan.
• Hidup yang baik

Sumber :
http://initugasku.wordpress.com /2010/03/03/sekilas-teori-etika/
http://www.google.com

Sabun Giv SilkySkin ( Keseksian tubuh seorang wanita )

Oktober 3, 2011

Sabun Giv SilkySkin ( Keseksian tubuh seorang wanita )

Dalam konsep iklan sabun giv yang dibintangi oleh aktris Agni Pratistha, dimulai dari bagian aktris itu berlari di dekat pantai setelah itu dia memasuki sebuah rumah dan melepaskan kemeja putihnya, lalu dia melemparkan topi kepajangan kaca, dan berdiri diantara cermin – cermin sambil menyembunyikan sabun dibalik punggungnya, setelah itu aktris tersebut bertemu dengan cowok diantara cermin – cermin tersebut.

Menurut saya iklan ini sangat melanggar norma dan nilai yang saya anut, karena iklan ini menampilkan keseksian tubuh seorang wanita. Jika ingin menampilkan sebuah iklan sabun tidak semestinya memperlihatkan hampir semua bagian tubuh. Cukup dengan memperlihatkan tangan dan kaki saja, tidak perlu memperlihatkan anggota tubuh yang lainnya, karena terlalu terkesan pornografi.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.